Bekerja Bukan Hanya Rutinitas Harian, Melainkan Sarana Berkarya & Beribadah


KCPM-GUARD

Bekerja merupakan bentuk aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Aktifitas berulang dan terus menerus ini menjadikan bekerja menjadi rutinitas harian tanpa makna dan nilai. Hal ini senada dengan ungkapan salah satu ulama besar, Buya Hamka " Kalau hidup sekedar hidup, babi hutan pun hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja".

Ironis memang, manusia yang memiliki akal dan tingkatan derajat tinggi disamakan dengan seekor hewan. Kita harus menyadari kembali bahwa keberadaan manusia didunia ini bukan hanya sekedar bekerja yang berorinetasi pada perut melainkan sebagai sarana berkarya untuk mewujudkan  tugas dan peranan sebagai khalifah dibumi dan mengembalikan  tujuan awal penciptaan manusia yakni beribadah.

 Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku- QS Adz-Dzariyaat;56

Kita harus membangun persepsi yang baru arti sebuah bekerja. Jika selama ini bekerja hanya sebatas rutinitas harian untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka saat ini perlu dibangun persepsi baru bahwa bekerja merupakan sarana kita berkarya dan beribadah.  Dengan  pola pikir, sikap dan perilaku yang baru ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap individu maupun perusahaan tempatnya bekerja. Beberapa dampak yang mungkin bisa muncul diantarnya:

Jujur, Disiplin  dan Tanggung Jawab dalam bekerja

Setiap karyawan yang bekerja akan selalu merasa ada yang senantiasa memonitor sehingga setiap aktivitas yang dilakukan penuh rasa tanggung jawab. Misalnya, kehadiran setiap anggota diarea akan tepat waktu dan sebagainya. Disamping itu, Keikhlasan ( integritas dan loyalitas ) dalam bekerja pada setiap individu juga akan muncul karena ada orientasi yang jauh lebih tinggi dan mulia dihadapan Tuhan.

Muncul Kreativitas dan Inovasi dalam bekerja

Perusahaan membutuhkan karyawan yang bekerja sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) tetapi bukan berarti setiap karyawan harus bekerja laksana robot tanpa menggunakan akal pikiran. Perusahaan mengharapkan setiap karyawan memiliki kemandirian dalam menyelesaikan persoalan yang muncul dilapangan. Mampu memberikan solusi terhadap setiap kendala yang muncul dilapangan. Hal ini akan terwujud jika persepsi bekerja bukan sekedar rutinitas harian, asal berangkat pagi dan pulang sore sesuai absensi.

Akal Pikiran merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki manusia dibandingkan makhluk lain. Akal pikiran inilah yang membedakan manusia dengan mesin atau robot, dan akal inilah yang menciptakan karya. Jika kita bekerja bukan sebagai sarana berkarya maka tidak ubahnya kita ini adalah robot.

Mari kita merubah kebiasan bekerja dari rutinitas harian menjadi sarana berkarya dan beribadah sehingga kita akan tumbuh berkembang karena terus mengasah akal pikiran kita sekaligus bernilai pahala disisi Tuhan YME.

Post a Comment

0 Comments